Apa Itu Mutu Beton, Simak Penjelasannya

Apa Itu Mutu Beton, Simak Penjelasannya

cekbahanbangunan.comDilansir dalam laman wikipedia mutu beton adalah proses pengujian terhadap kuat tekan beton dengan mengikuti standar yang sudah di bakukan. Beton mutu tinggi menyatakan kekuatan tekan luas bidang permukaan.

Mutu dalam beton ialah pertanda dari segi kualitas atau kekuatan karakteristik beton yang biasanya ditunjukan dengan satuan angka dan huruf seperti K,FC dan lain-lainnya. Adapun di Indonesia satuan yang umumnya dipergunakan ialah satuan K.  Mutu beton K merupakan kuat tekanan menjadi karakteristik beton untuk per cmnya.

Kualitas dan mutu beton tersebut dibagi menjadi beberapa tingkatan yang dimulai dengan K-100 hingga K-500, kode ini menunjukan berat yaitu kilogram. Maka jika diartikan mutu beton K-100 adalah memiliki minimum kekuatan beton 100kg/cm2. Menurut  badan Standarisasi Nasional Indonesia atau dikenal dengan istilah SNI, mutu beton dibagi menjadi 3 kelas, seperti berikut ini:

  • Beton Kelas I

Beton Kelas I dipergunakan untuk pekerjaan-pekerjaan non struktural. Untuk pelaksanaanya sendiri tidak diperlukan keahlian yang khusus. Untuk pengawasan mutu hanya dibatasi pada pengawasan ringan pada mutu bahan-bahan saja, sedangkan pada kekuatan tekan tidak disyaratkan pemeriksaan. Mutu kelas I ini terdiri dari K-100, K-125, K-150, K-175 dan K-200.

  • Beton Kelas II

Beton Kelas II merupakan beton yang dipergunakan dalam pekerjaan-pekerjaan struktural secara umum. Dalam pelaksanaanya membutuhkan keahlian yang cukup dan harus dilakukan di bawah pengawasan pimpinan dari tenaga-tenaga ahli. Mutu kelas II ini terdiri dari K-225, K-250, dan K275.

  • Beton Kelas III

Beton Kelas III adalah jenis beton untuk pekerjaan-pekerjaan struktural yang lebih tinggi dari pada K-225. Dalam pelaksanaannya sendiri membutuhkan keahlian khusus dan tentunya harus dilakukan dibawah pimpinan tenaga-tenaga ahli. Disyaratkan adanya sebuah laboratorium beton dengan peralatan yang sangat lengkap dan dilayani oleh para tenaga ahli yang bisa melakukan pengawasan mutu beton secara kontinyu. Mutu kelas III sendiri terdiri dari K-325,K-350, K-375, K-450 dan K-500

Dalam peruntukkannya Beton Kelas 1 umumnya digunakan dalam pekerjaan non struktur seperti jalan, pondasi kolom dan lain sebagainya. Beton Kelas II merupakan beton khusus yang digunakan untuk menahan beban yang lebih berat. Terakhir beton kelas III biasanya digunakan untuk area parkir truck tronton, saluran air, dan landasan pesawat.

Baca Juga : Jenis Jenis Beton Dalam Konstruksi Bangunan

Uji Mutu Beton

Dalam pengujian terdapat isitilah dalam penerapannya. Istilah fc’ merupakan penyebutan kuat tekan yang baru diterbitkan tahun 2002 oleh SNI. Sedangkan karakteristik merupakan istilah lama namun masih sering digunakan di lapangan dan sepertinya cukup sulit ditinggalkan.

Untuk mengetahui keduanya, silakan simak penjelasan berikut ini.

  • Mutu Beton fc’

Mutu Beton fc'

Beton dengan mufu fc’ 25 menyatakan kekuatan tekan minimum adalah 25 MPa pada umur beton 28 hari, dengan menggunakan silinder beton diameter 15 cm, tinggi 30 cm. Mengacu pada standar SNI 03-2847-2002 yang merujuk pada ACI (American Concrete Institute). 1 MPa = 10 kg/cm2.

Cara untuk mengetahui mutu beton adalah dengan menguji beton menggunakan mesin tekan seperti halnya dalam pengujian paving block. Mesin tekan dapat memberikan massa beban dan pembebanan akan berlangsung sampai beton hancur. Besarnya beban persatuan luas yang membuat benda uji beton hancur ini menunjukkan nilai kuat tekan beton.

Untuk lebih jelasnya, perhatikan rumus dibawah ini:

Mutu beton dengan fc’

  • Mutu Beton Karakteristik

Beton dengan mutu K-250 menyatakan kekuatan tekan karakteristik minimum adalah 250 kg/cm2 pada umur beton 28 hari, dengan menggunakan kubus beton ukuran 15x15x15 cm. Mengacu pada PBI 71 yang merujuk pada standar eropa lama.

Kekuatan tekan karakteristik adalah kekuatan tekan, dimana dari sejumlah besar hasil-hasil pemeriksaan benda uji, kemungkinan adanya kekuatan tekan yang kurang dari itu terbatas sampai 5% saja. Yang diartikan dengan kekuatan tekan beton senantiasa ialah kekuatan tekan yang diperoleh dari pemeriksaan benda uji kubus yang bersisi 15 (+0,06) cm pada umur 28 hari.

Sedangkan fc’ adalah kuat tekan beton yang disyaratkan (dalam Mpa), dihasilakn berdasarkan pada hasil pengujian benda uji silinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Penentuan nilai fc’ boleh juga didasarkan pada hasil pengujian pada nilai fck yang didapat dari hasil uji tekan benda uji kubus bersisi 150 mm.

Dalam hal ini fc’ didapat dari perhitungan konversi berikut ini. Fc’=(0,76+0,2 log fck/15) fck, dimana fck adalah kuat tekan beton (dalam MPa), didapat dari benda uji kubus bersisi 150 mm. Atau perbandingan kedua benda uji ini, untuk kebutuhan praktis bisa diambil  berkisar 0,83.

Berikut ini rumus untuk mencari deviasi standard mutu beton :

Mutu Beton Karakteristik

Baca Juga : Jenis Semen Campur Dalam Kontruksi Bangunan

Perbandingan fc’ dan K

Dengan perbandingan kuat tekan benda uji :

  • Kubus 15x15x15 cm = 1,00
  • Kubus 20x20x20 cm = 0,95
  • Silinder 15×30 cm = 0,83

Contoh :

  • Mutu beton fc’ 25 MPa (benda uji silinder), mutu beton K berapa?
  • Apabila benda uji kubus 15x15x15 cm
  • Kuat tekan = 250 kg/cm2 : 0,83 = 301,20 kg/cm2 ~ K-300
  • Adukan Beton dan Mortar berdasarkan analisa BOW
  • 1m³ adukan mortar 1 : 7 dibutuhkan bahan:
  • Semen = 1 * 0.760 = 0.760 m³ * 1250 = 950 Kg = 19 Sak
  • Pasir  = 7 * 0.675 = 4.725 m³

Demikian informasi yang dapat Admin sampaikan seputar Bahan Bangunan terkait Apa Itu Mutu Beton Dalam Konstruksi Bangunan, semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan kita semua terkait jenis yang dapat Anda terapkan dalam konturuksi bangunan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *