Fungsi Amplas Kayu Dalam Pengecatan

Fungsi Amplas Kayu Dalam Pengecatan

cekbahanbangunan.com – Amplas merupakan alat yang hampir selalu digunakan dalam proses finishing atau pengecatan, baik untuk pengecatan dinding maupun kayu. Sebenarnya apa fungsi amplas dalam pengecatan dinding maupun kayu? Namun pada uraian ini Admin akan mengulas lebih dalam fungsi Amplas Kayu dalam pengecatan.

Fungsi penting dari amplas ialah untuk menghaluskan permukaan suatu benda dengan cara digosok-gosokkan. Permukaan kasar pada amplas itulah yang akan digunakan guna menghaluskan permukaan yang akan diratakan sebelum dilakukan pengecatan dan menghilangkan lapisan lama seperti cat yang sudah lama.

Amplas bisa meratakan permukaan lapisan cat. Namun tidak dapat dipungkiri, kita sering mengecat dengan posisi bidang yang “tidak imbang” antara satu area dengan area yang lain. Hal ini dapat menyebabkan ketebalan lapisan finishing atau cat tidak rata. Dengan tekhnik pengamplasan yang baik adan benar, perbedaan ketebalan ini dapat diminimalisir atau diperkecil.

Akan tetapi amplas juga bisa berfungsi kebalikannya. Tidak hanya untuk menghaluskan tetapi juga bisa digunakan untuk membuat permukaan menjadi kasar. Misalnya untuk permukaan yang akan dilem. Setidaknya terdapat  3 fungsi amplas kayu dalam pengecatan yang bisa Anda gunakan.

Menghaluskan atau Memotong Rambut/Serat Kayu

Selain dapat digunakan untuk meratakan permukaan cat, fungsi lain pengamplasan adalah untuk menghaluskan permukaan lapisan cat. Pada bagian cat dasar setelah dilakukan pengecatan, seringkali bulu atau rambut kayu masih timbul dan membuat permukaan cat kasar. Amplas yang digosokkan diharapkan bisa memotong bulu-bulu kayu ini. Granula atau partikel pada permukaan cat yang membuatnya tidak halus pun akan bisa dirapikan.

Memasukkan Putty dan Filler ke dalam Pori Kayu

Cat dasar yang terdiri dari filler dan dempul berfungsi mengisi pori dan lubang kayu agar permukaannya lebih rata. Tetapi, kadangkala kedua bahan tersebut sulit masuk ke dalam lubang-lubang pori. Dengan dilakukannya pengamplasan, baik putty atau filler akan tertekan ke bawah sehingga dengan demikian akan mengisi pori maupun lubang kayu.

Ketiga fungsi di atas sama-sama vital untuk mewujudkan hasil finishing berkualitas. Baik permukaan yang halus maupun rata akan membuat lapisan cat tampak lebih indah dan warnanya merata. Meski demikian, tentu saja tidak semua tipe finishing memerlukan kriteria tersebut.

Tips Mengamplas dalam Proses Finishing

  1. Terdapat berbagai Jenis dan Fungsi Amplas Berdasarkan Nomornya yang telah Admin ulas pada artikel sebelumnya. Pastikan Anda menggunakan amplas yang benar sesuai tujuan pengamplasan dan tipe material yang akan diamplas
  2. Untuk melakukan pengamplasan, tunggulah lapisan finishing hingga cukup kering. Biasanya, pada label cat sudah ditulis keterangan mengenai waktu kering amplas atau waktu di mana proses pengamplasan bisa diterapkan.

Itulah fungsi amplas kayu dalam proses persiapan media sebelum finishing dilakukan. Jika proses pengamplasan dilakukan secara benar, maka akan sangat dapat membantu menghasilkan substrat atau media kayu yang berkualitas.

Kualitas media permukaan kayu yang berkualitas akan sangat memudahkan proses finishing yang dilakukan. Tahap-tahap finishing seperti aplikasi sending kayu, aplikasi wood stain, maupun aplikasi topcoat menjadi lebih mudah.

Demikian informasi yang dapat Admin sampaikan seputar Bahan Bangunan mengenai Fungsi Amplas Kayu Dalam Pengecatan, semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan kita semua terkait jenis yang dapat Anda terapkan dalam konturuksi bangunan rumah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *