Jenis Batuan Metamor/Malihan

cekbahanbangunan.com – Batuan metamorf atau malihan adalah batuan yang juga dibentuk karena adanya proses yang terjadi karena tekanan atau temperatur. Batuan metamorf sebenarnya seringkali digunakan untuk memberikan nilai keindahan yang digunakan juga untuk menghiasi taman yang ada di rumah anda.

Batu ini juga biasa digunakan untuk menghilangkan kotoran-kotoran yang ada di badan. Batuan metamorf terjadi karena hasil transformasi dari satu bentuk batu. Biasanya disebut protolith atau dikenal sebagai batuan yang sudah ada sebelumnya. Ini terjadi di suhu 150 C yang terjadi karena adanya proses fisika atau proses kimia.

Ada beberapa jenis dari batuan metamorf atau malihan yang harus anda ketahui seperti batuan marmer, batuan sabak dan lain sebagainya.

1. Batuan Pualam/Marmer (Marble)

Batu MarmerBatuan pualam juga lebih dikenal sebagai batu marmer. Batu pualam/marmer ini biasanya akan berasal dari batu gamping yang juga mempunyai aneka ragam warna. Batu ini bertekstur berbeda dengan warna dan juga terdapat Kristal berbeda.

Batu pualam/marmer juga dapat digunakan sebagai bahan utama untuk ubin. Batu ini juga berasal dari hasil metamorfisme dengan batu gamping yang memiliki komposisi yaitu kalsit. Batu ini juga akan memiliki ciri khas yang biasanya bertekstur seperti gula dan fosil.

Karakteristik :

  • Asal : Metamorfisme batu gamping, dolostone
  • Komposisi : Kalsit atau Dolomit
  • Struktur : Non foliasi
  • Derajat metamorfisme : Rendah – Tinggi
  • Ukuran butir : Medium – Coarse Grained
  • Warna : Bervariasi
  • Ciri khas : Tekstur berupa butiran seperti gula, terkadang terdapat fosil, bereaksi dengan HCl.

2. Batuan Sabak (Slate)

Batuan SabakBatuan sabak ini berbentuk pecahan-pecahan dari lempengan batu yang tipis yang digunakan untuk bahan bangunan dan juga dapat digunakan untuk kerajinan.

Batuan sabak mempunyai warna seperti batu sabak hijau dan juga batu sabak hitam. Batu jenis ini berasal dari hasil metamorfisme Mudstone dengan tiga komposisi yaitu Quartz, Illite and Muscovite.

Karakteristik :

  • Asal : Metamorfisme Shale dan Mudstone
  • Komposisi : Quartz, Muscovite, Illite
  • Struktur : Foliated (Slaty Cleavage)
  • Derajat metamorfisme : Rendah
  • Ukuran butir : Very fine grained
  • Warna : Abu-abu, hitam, hijau, merah
  • Ciri khas : Mudah membelah menjadi lembaran tipis

3. Batu Gneiss (Gneiss)

Batu GneissJenis yang ketiga adalah batu Gneiss/Ganes, batu ini mempunyai dua campuran warna yaitu warna putih dan juga abu-abu. Ada beberapa hal yang menjadi ciri khas dari batu ini yaitu Kuarsa dengan lapisan yang banyak mengandung amphibole dan mika.

Batu Gneiss/Ganes ini juga memiliki ukuran yang medium dan juga berstruktur Gneissic. Hal ini sering kali digunakan untuk kerajinan yang menambah dekorasi untuk rumah atau kantor.

Karakteristik :

  • Asal : Metamorfisme regional siltstone, shale, granit
  • Komposisi : Kuarsa, feldspar, amphibole, mika
  • Struktur : Foliated (Gneissic)
  • Derajat metamorfisme : Tinggi
  • Ukuran butir : Medium – Coarse grained
  • Warna : Abu-abu
  • Ciri khas : Kuarsa dan feldspar tampak berselang-seling dengan lapisan tipis kaya amphibole serta mika.

4. Batu Sekis (Schist)

Batu SekisBatu sekis dengan beragam warna yaitu ungu, hitam dan juga beberapa batu sekis ada juga yang berwarna hijau. Batu ini terbentuk karena adanya mineral dengan komposisi yaitu mika, hornblende dan grafit.

Batu sekis ini memiliki ciri khas seperti adanya Kristal garnet dan juga ada foliasi. Batuan sekis hijau sebenarnya adalah jenis batuan yang paling tua dengan struktur yang bisa dijumpai di daerah tebing sepanjang sungai.

Karakteristik :

  • Asal : Metamorfisme siltstone, shale, basalt
  • Komposisi : Mika, grafit, hornblende
  • Struktur : Foliated (Schistose)
  • Derajat metamorfisme : Intermediate – Tinggi
  • Ukuran butir : Fine – Medium Coarse
  • Warna : Hitam, hijau, ungu
  • Ciri khas : Foliasi yang kadang bergelombang, terkadang terdapat kristal garnet

5. Batu Kuarsit (Quartzite)

Batu KuarsitSelanjutnya adalah jenis batu kuarsit, batuan ini berbentuk dengan pasir yang terkena akibat suhu tinggi. Batu ini dapat berwarna coklat, abu-abu dan lain-lain dengan ciri khas yang lebih keras dari bentuk biasanya. Proses ini terjadi karena adanya metamorfisme dari batu pasir.

Karakteristik :

  • Asal : Metamorfisme sandstone (batupasir)
  • Komposisi : Kuarsa
  • Struktur : Non foliasi
  • Derajat metamorfisme : Intermediate – Tinggi
  • Ukuran butir : Medium coarse
  • Warna : Abu-abu, kekuningan, cokelat, merah
  • Ciri khas : Lebih keras dibanding glass

6. Batu Milonit (Mylonite)

Batu MilonitSelanjutnya adalah batu milonit, batu ini juga memiliki bentuk butir halus dan juga berwarna dengan biru, coklat dan lain-lain. Batu ini biasanya dapat dibelah. Batu milonit juga terbentuk dari proses metamorfisme dinamik dengan struktur non foliasi.

Karakteristik :

  • Asal : Metamorfisme dinamik
  • Komposisi : Kemungkinan berbeda untuk setiap batuan
  • Struktur : Non foliasi
  • Derajat metamorfisme : Tinggi
  • Ukuran butir : Fine grained
  • Warna : Abu-abu, kehitaman, coklat, biru
  • Ciri khas : Dapat dibelah-belah

7. Batu Lempung

Batu LempungBatu lempung ini terbentuk dari proses pelapukan batuan yang juga terjadi karena adanya proses mekanik juga kimia. Susunan mineral dari batu lempung juga lebih banyak. Batu lempung sebenarnya hampir mirip dengan batu serpih tetapi batu ini lebih banyak mengandung silika

Batu lempung memiliki manfaat-manfaat antara lain kebanyakan orang menggunakan untuk bahan dasar keramik, kertas dan juga proses-proses seperti pengeboran dan lain-lain.

Demikian informasi yang dapat Admin Cek Bahan Bangunan sampaikan terkait Jenis Batuan Metamor/Malihan, semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan kita semua terkait jenis batuan yang ada di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *