Jenis Batuan Sedimen/Endapan

cekbahanbangunan.com – Jenis Batuan Sedimen/Endapan. Batuan sedimen atau endapan adalah bantuan yang memang terjadi karena adanya proses pengendapan atau sedimentasi.

Proses ini terjadi karena bahan material yang kemudian terbawa air kemudian juga dibantu oleh udara dan juga gletser. Tidak hanya itu pembentukan batuan sedimen dan juga endapan adalah terjadinya pelapukan karena erosi.

Proses kimiawi batuan sedimen atau batuan endapan ini juga disusun dari hasil penguapan dari larutan-larutan proses kimiawi seperti garam, kalsium karbonat dan materi-materi lainnya.

Selain itu juga pembentukan batuan sedimen terjadi karena proses mekanis dan biologis atau organik. Ada banyak jenis batu-batuan sedimen seperti batu konglomerat, pasir, dan sebagainya.

Pengertian Batuan Sedimen

Batuan sedimen adalah jenis batuan alam yang terbentuk dari proses litifikasi atau pembatuan. Batuan sedimen merupakan hasil dari proses erosi dan pelapukan yang terbawa arus dan kemudian diendapkan. Proses pembentukan batuan sedimen diawali dari pengikisan pada batuan beku. Gerakan tersebut bisa disebabkan pengaruh air, es, angin, atau aktivitas manusia, hewan, serta tumbuhan.

Batuan sedimen biasanya tersusun secara berlapis-lapis dan mendatar. Secara kimiawi, batuan sedimen tersusun dari penguapan larutan kalsium karbonat, garam, silika dan material lainnya.

Berikut Jenis Batuan Sedimen/Endapan beserta penjelasannya.

1. Batu Konglomerat

Batu Konglomerat

Batu konglomerat adalah salah satu jenis batu yang terbentuk dari proses sedimentasi. Batu konglomerat biasanya memiliki bentuk yang teksturnya kasar dan besar dengan ukuran lebih dari 2 mm. batu jenis ini terbentuk dari sedimen yang juga kasar dan kemudian batu-batu halus.

Batu konglomerat membentuk ketika ada air dan ombak. Ini biasa terjadi di sungai yang mempunyai air yang cukup deras dan lautan yang ombaknya juga besar.

Semakin kuat adanya air dan ombak, maka batu konglomerat juga akan terbentuk semakin bulat. Jika tidak, maka batuannya tidak bulat dan ada beberapa bagian batu yang akhirnya terdapat sisi runcingnya.

Konglomerat biasanya digunakan untuk fondasi bangunan rumah atau gedung. Jenis batuan ini juga dapat dibuat untuk hiasan dan juga dekorasi sehingga rumah anda akan terlihat lebih indah.

2. Batu Pasir

Batu Pasir

Jenis kedua dari batuan endapan adalah batu pasir yang juga terbentuk dari butiran pasir yang mengendap. Biasanya batu ini berbeda-beda warnanya mulai dari merah hingga abu-abu.

Biasanya batuan ini juga sering digunakan untuk bangunan juga untuk menghias atau mendekor gelas yang dijadikan hiasan rumah.

3. Batu Serpih

Batu Serpih

Batu serpih juga terbentuk dari batu-batu yang halus dan kemudian lepas yang disebabkan oleh batu padat yang berat dan terikat.

Batu ini biasanya memiliki aroma yang khas dan juga mempunyai warna-warna yang beragam seperti abu-abu, hitam, kuning dan lain sebagainya. Batu serpih ini juga berfungsi untuk dasar saat anda membangun rumah.

4. Batu Gamping/Kapur

Batu Gamping

Batuan jenis gamping dan kapur memiliki tekstur yang agak lunak dan memiliki warna putih dan abu-abu. Batuan ini terbentuk karena adanya proses gas oleh karbon dioksida yang juga bercampur dengan asam.

Batu gamping dan kapur tersusun oleh binatan-binatang yang sudah lama mati seperti siput dan lain-lain.

5. Batu Breksi

Batu Breksi

Jenis selanjutnya adalah batu breksi. Batu ini terbentuk karena adanya proses batu-batuan yang terpecah yang akhirnya menjadi satu-kesatuan. Pecahan batu ini biasanya berasal dari letusan yang terjadi di gunung berapi.

Selain itu batu breksi terjadi karena terdapat beberapa elemen di udara karena terlempar dan akhirnya mengendap di beberapa tempat.

Batu breksi biasanya berfungsi untuk bangunan juga untuk bahan-bahan yang digunakan di kerajinan tangan.

6. Batu Stalaktit dan Stalagmit

Batu Stalaktit

Anda akan menemukan batu stalaktit dan stalagmit di beberapa gua yang anda kunjungi. Batu gua ini biasanya berwarna keemasan, coklat dan ada juga yang putih.

Batu stalaktit dan stalagmit terbentuk karena adanya proses larutnya air yang kemudian turun ke gua dari atas dinding gua. Air yang jatuh itu biasanya mengandung kapur yang kemudian akan membeku menjadi runcing.

Biasanya batu stalaktif dan stalagmite juga digunakan untuk menjadi pemandangan yang indah di gua-gua yang menjadi tempat wisata.

7. Batu Lempung

Batu Lempung

Yang terakhir adalah jenis batu lempung. Batu ini juga memiliki warna yang beragam seperti merah, keemasan dan lain-lain. Proses terbentuknya juga unik dimulai dari material-material dan kemudian membentuk batu ini.

Batu lempung juga memiliki fungsi sebagai bahan yang digunakan dalam sebuah kerajinan.

Demikian informasi yang dapat Admin Cek Bahan Bangunan sampaikan terkait Jenis Batuan Sedimen/Endapan, semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan kita semua terkait jenis batuan yang ada di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *