Jenis Bentuk Atap Rumah dan Ciri-Cirinya, Mana yang Pas untuk Indonesia?

Jenis Bentuk Atap Rumah dan Ciri-Cirinya, Mana yang Pas untuk Indonesia

cekbahanbangunan.com – Pada dasarnya, atap rumah memiliki fungsi utama sebagai pelindung bagi penghuni rumah dari panas sinar matahari, air hujan, angin, debu, dan berbagai elemen lainnya.

Meski fungsi atap pada umumnya adalah sama, bentuk atap ternyata cukup bervariasi, lho! Kira-kira, apa ya bentuk yang paling sesuai dengan rumah zaman sekarang, terutama untuk rumah modern di Indonesia?

Eits, tapi ternyata sebenarnya pilihan bentuk atap untuk rumah di Indonesia juga bervariasi, lho! Akan tetapi, ada desain tertentu yang dianggap “wajib” dimiliki atap untuk rumah di Indonesia, yaitu bentuk yang miring.

Tujuannya adalah agar air hujan dapat dialirkan dengan baik ke tanah. Pasalnya, seperti yang sudah Anda ketahui, iklim tropis di Indonesia berarti curah hujan yang tinggi.

Kalau begitu, apa saja ya pilihan Jenis Bentuk Atap Rumah dan Ciri-Cirinya, Mana yang Pas untuk Indonesia? yang bisa Anda temukan? Yuk simak daftarnya berikut ini!

Rumah Atap Pelana Modern

Yang pertama adalah rumah atap pelana modern, yang sangat umum digunakan di Indonesia. Dengan bentuk ini, atap didesain dengan permukaan berbentuk dua trapezium yang kemiringannya berkisar antara 30 sampai 40 derajat.

Namanya sendiri dikarenakan bentuknya yang katanya mirip pelana, alias dudukan yang dipasang pada punggung kuda. Bentuk atap yang satu ini punya bentuk sederhana dan kemiringan yang pas agar bisa mengalirkan air hujan ke tanah.

Bentuk Atap Perisai

Serupa dengan bentuk yang pertama, bentuk atap perisai juga cukup banyak diaplikasikan. Untuk bentuk ini, atap didesain dengan permukaan yang terdiri atas dua buah jajar genjang pada bagian sisi, serta dua buah segitiga yang kemudian menyatu di satu titik. Hanya saja, bentuk atap yang satu ini dianggap punya tampilan yang terkesan lebih modern, apalagi karena bentuk yang satu ini sangat mudah ditemui di berbagai rumah dengan desain minimalis modern.

Bentuk Atap Limas

Pada dasarnya, bentuk atap limas nyaris serupa dengan desain atap perisai. Hanya saja, ada satu perbedaan signifikan di antara keduanya, yaitu desain atap limas yang disusun oleh permukaan yang semuanya berbentuk segitiga. Kemudian, begitu dirangkai, atap rumah pun membentuk bentuk seperti piramida atau limas.

Dengan bentuk atap yang satu ini, desain atap pun jadi melebar secara presisi dan seimbang pada seluruh sisinya. Hal ini lantas memberikan keuntungan tersendiri, yaitu perlindungan bagi dinding rumah yang merata dari terpaan teriknya sinar matahari atau tetesan air hujan.

Baca Juga : Jenis Atap Rumah yang Paling Banyak Digunakan

Bentuk Atap Miring Alias Atap Sandar

Bentuk yang keempat adalah bentuk atap miring alias atap sandar. Untuk bentuk yang satu ini, kemunculannya terjadi karena adanya pergantian tren dari waktu ke waktu, sehingga bentuk atap hanya dengan satu permukaan dan dipasang dengan bentuk miring pun muncul.

Kalau Anda amati, Anda juga bisa dengan mudah menemukan rumah dengan desain modern dan minimalis yang memanfaatkan bentuk atap yang satu ini. Meski begitu, tahukah Anda kalau atap sandar pada mulanya digunakan sekadar sebagai bagian tambahan? Hanya saja, karena bentuknya yang unik dan sesuai dengan gaya modern minimalis, para desainer, arsitek, dan pemilik rumah pun tak ragu untuk mengaplikasikan atap sandar ke dalam desain hunian.

Bentuk Atap Kupu-Kupu

Untuk bentuk atap kupu-kupu, nampaknya belum ada banyak desain rumah yang mengaplikasikan bentuk atap yang satu ini. Meski demikian, bentuk kupu-kupu sudah cukup umum ditemukan pada hunian masa kini yang punya desain minimalis dan kontemporer.

Namanya sendiri berasal dari permukaan atap yang berbentuk trapesium, kemudian terlihat seperti sayap kupu-kupu yang terbagi dua. Tapi, dalam bentuk atap kupu-kupu, ukurannya tidak selalu identik, sehingga bisa jadi satu “sayap” berukuran lebih besar atau kecil dari “sayap” satunya.

Demikian informasi yang dapat Admin sampaikan seputar Bahan Bangunan  Jenis Bentuk Atap Rumah dan Ciri-Cirinya semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan kita semua terkait jenis yang dapat Anda terapkan dalam konturuksi bangunan rumah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *