Logam Berdasarkan Kelompok

cekbahanbangunan.com – Logam menjadi salah satu bahan yang cukup banyak digunakan dan populer saat ini. Penggunaan jenis material ini bisa beragam, tergantung jenisnya itu sendiri.

Bisa dikatakan, jenis logam atau metal sangat beragam. Walaupun begitu, jenis – jenis metal dikelompokkan sendiri – sendiri. Nah, berikut ini kategori logam berdasarkan kelompoknya.

1. Logam Berat

Logam BeratSecara definisi logam berat merupakan metal yang memiliki massa lebih dari 5 g/cm3. Bahkan, pada tingkatan tertentu, logam berat bisa sangat beracun dan sangat berbahaya untuk keberlangsungan makhluk hidup. Beberapa contoh logam berat yang banyak ditemui adalah merkuri, timbal, arsenik dan cadmium.

Sifat kategori metal ini mudah mengikat bahan organik, mengendap pada dasar perairan dan bisa menyatu dengan sedimen sehingga kadar metal berat lebih tinggi dibandingkan air dalam sedimen. Pencemaran logam berat sering kali terjadi ulah kegiatan manusia. Hal inilah yang menghasilkan limbah yang mencemari lingkungan.

Bahkan manusia juga bisa terpapar jenis logam berat. Contohnya saja, penggunaan merkuri pada kosmetik. Penggunaan merkuri pada kosmetik diketahui cukup berbahaya karena bisa menyebabkan kanker, gangguan ginjal, saluran pencernaan dan masih banyak lagi.

2. Logam Ringan

Jika logam berat memiliki massa lebih dari 5 g/cm3, maka logam ringan sebaliknya. Massa yang dimiliki oleh logam ringan kurang dari 5 g/cm3 atau lebih ringan daripada air. Beberapa jenis contoh logam ringan sendiri adalah aluminium, magnesium, titanium, kalsium, kalium, natrium, dan barium.

Aluminium sendiri merupakan bahan yang banyak digunakan untuk perlengkapan rumah tangga Pasalnya, aluminium sendiri bisa menyebarkan panas dengan baik.

Sifat kategori logam ringan sendiri tahan korosi dan cukup aman digunakan oleh manusia dan aman untuk lingkungan. Dibandingkan dengan jenis metal yang menyebabkan pencemaran lingkungan, logam ringan sangat aman.

Walaupun begitu, pemaparan logam ringan secara terus menerus juga tidak baik untuk tubuh. Misalnya saja, barium yang mudah larut dalam air. Jika dikonsumsi terlalu banyak, maka akan bisa menyebabkan sesak nafas, pembengkakan otak, otot melemah atau kerusakan hati, ginjal dan limpa.

3. Logam Mulia

Logam mulia sendiri adalah jenis metal yang memiliki ketahanan akan korosi dan oksidasi. Karakteristik logam mulia sendiri adalah tahan banting, anti karat, tidak berubah fisik, seperti lapuk, busuk atau berbau dan langka. Jadi, bisa disimpulkan kalau logam mulia ini merupakan jenis metal dengan harga cukup tinggi karena ketersediaannya yang langka di alam.

Kebanyakan logam mulia digunakan sebagai perhiasan atau mata uang karena harganya yang tinggi, seperti emas dan perak. Selain itu, bisa juga digunakan sebagai lapisan anti karat, seperti lapisan perak pada printed circuit board di rangkaian elektronik.

Tidak hanya emas dan perak saja, platinum juga bisa menjadi kategori logam mulia. Pasalnya, memang sifatnya yang langka dan hanya bisa didapatkan pada beberapa daerah saja, seperti Rusia, Kanada atau Afrika Selatan.

4. Logam Tahan Api

Sama seperti namanya, logam tahan api merupakan jenis metal yang tidak mengalami penurunan kualitas atau tetap mempertahankan sifat – sifatnya pada suhu yang tinggi.

Beberapa contoh logam tahan api adalah titanium, wolfram, sirkonium, dan molibden. Tidak hanya tahan terhadap suhu tinggi saja, pastinya kategori logam tahan api juga anti korosi.

Bisa disimpulkan kalau kategori logam tahan api merupakan jenis metal yang tidak akan mengalami pelunakan dengan mudah hanya karena suhu tinggi. Memang beberapa jenis metal memiliki titik lebur yang berbeda – beda. Selain itu, jenis metal ini juga harus tahan akan korosif, tahan retak dan tidak berubah bentuk atau material.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *