Mengenal 3 Jenis Besi Baja Ringan dan Karakteristik Utamanya

cekbahanbangunan.com – Mengenal 3 Jenis Besi Baja Ringan dan Karakteristik Utamanya. Baja ringan adalah jenis material yang sangat sering ditemukan dalam proyek konstruksi karena bisa menjadi alternatif bagi kayu dengan harga yang lebih terjangkau. Pada dasarnya, jenis baja ini mempunyai kandungan baja karbon sebagai bahan dasarnya, dengan jumlah karbon yang berkisar antara 0,05 sampai 0,25 persen dari total beratnya.

Dalam penggunaannya di dunia konstruksi, terdapat beberapa jenis besi baja ringan yang masing-masing dimanfaatkan untuk kebutuhan yang berbeda-beda. Apa saja ketiga jenis tersebut? Baca penjelasannya berikut ini!

Baja Ringan C (Canal)

Baja Ringan C (Canal)Pertama adalah jenis besi baja ringan C atau yang juga dikenal dengan nama kanal C. seperti yang namanya tunjukkan, type besi baja yang satu ini punya bentuk seperti huruf C. Ukurannya bervariasi, dan dibedakan berdasarkan ukuran ketebalan logam – ukuran ketebalan baja kanal C yang paling umum misalnya 0,60 mm, 0,75 mm, dan 1 mm.

Ketebalan baja kanal C yang berbeda pun berarti penggunaan yang berbeda pula. Misalnya, baja kanal C dengan ketebalan 0,75 mm dapat digunakan dalam pembuatan kuda-kuda atap untuk beban yang ringan, seperti genteng metal. Sementara itu, kanal C dengan ketebalan 1 mm dapat digunakan untuk membuat kuda-kuda atap dengan beban berat, misalnya genteng keramik, genteng beton, dan jenis gentang lain yang berat.

Di samping penggunaannya dalam proses pemasangan atap, baja kanal C pun dapat digunakan untuk pagar, misalnya pagar gedung. Pasalnya, jenis besi baja ringan yang satu ini dapat diandalkan untuk membangun pagar tinggi nan kokoh yang baik ketinggian maupun bentuknya bisa bebas Anda tentukan sendiri. Kemudian, baja kanal C juga dapat digunakan sebagai penutup dinding.

Baja Ringan Reng

Baja Ringan RengKemudian ada juga yang disebut dengan baja ringan reng, atau reng baja ringan. Bentuknya menyerupai huruf A. Penggunaan jenis besi baja yang satu ini paling umum ditemukan dalam proses pembuatan atap, terutama untuk proses peletakan atap.

Biasanya, baja reng memiliki ketebalan 0,45 mm dan tinggi yang beragam, mulai dari 28 sampai 40 mm. Apabila baja reng yang Anda gunakan makin tinggi profilnya, kekuatannya pun mamin besar, sehingga cocok digunakan jika Anda akan memasang genteng yang termasuk berat. Misalnya, untuk pemasangan genteng beton dan genteng keramik, gunakan baja reng dengan tinggi minimal 30 mm.

Baja Ringan TASO

Baja Ringan TASOSedangkan jenis besi baja ringan yang terakhir adalah baja ringan TASO. Jenis yang satu ini sebenarnya juga bisa Anda temukan dalam bentuk C seperti baja ringan kanal C, serta dalam bentuk reng yang mirip seperti huruf A. Nah, seperti yang barangkali sudah Anda duga, beda jenis baja  TASO, beda pula aplikasi atau kegunaannya.

Sebagai contoh, baja TASO kanal C dapat digunakan sebagai penyusun konstruksi baja untuk atap gedung atau rumah. Sementara itu, baja  TASO reng biasa digunakan sebagai pengikat kuda-kuda maupun gording dengan posisi yang melintang, serta mengikat kuda-kuda dan gording agar kerangka yang dihasilkan dijamin kokoh.

Ada berbagai karakteristik yang membuat jenis besi baja yang satu ini unggul, seperti sifatnya yang anti karat. Hal ini tentu saja dikarenakan bahan baku utama jenis logam ini, yang juga terbuat dari galvalum, alias bahan anti-karat yang dibuat dari campuran karbon, alumunium, dan zinc.

Demikian informasi yang dapat Admin sampaikan seputar bahan bangunan Mengenal 3 Jenis Besi Baja Ringan dan Karakteristik Utamanya semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan kita semua terkait jenis besi yang ada di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *