Mengenal 8 Jenis Batuan Beku dan Sifatnya

cekbahanbangunan.com – Secara umum, batu-batuan dikategorikan ke dalam tiga kelompok: batuan beku, batuan metamorf (malihan), dan batuan sedimen (endapan). Untuk kesempatan kali ini, Anda bisa temukan berbagai jenis batuan beku yang dapat Anda temukan di Indonesia. Apa saja, ya? Baca penjelasannya di sini, yuk!

Tentang Batuan Beku dan Jenisnya. Batuan beku merupakan jenis batuan yang terbentuk karena magma dan lava yang membeku. Sedangkan beberapa jenisnya yang bisa ditemukan di Indonesia misalnya:

1. Batu apung

Batu Apung

Jenis batuan beku yang satu ini terbentuk karena magma dengan gelembung gas yang mendingin. Karakteristik dari batu apung adalah warnanya yang keabu-abuan, memiliki pori-pori dan bergelembung, dan ringan. Selain itu, batu ini pun bisa mengapung di atas air – karena itulah namanya dikenal sebagai batu apung. Kegunaan batu apung salah satunya adalah untuk menghaluskan (mengamplas) kayu.

Kegunaan lainnya yang bisa dimanfaatkan dari batu apung selain dapat digunakan untuk mengamplas atau menghaluskan kayu, bisa juga digunakan sebagai bahan pengisi (filler) dan isolator temperatur tinggi di bidang industri.

2. Batu Obsidian

Batu obsidian

Batu yang satu ini terbentuk karena proses pendinginan lava dengan cepat. Ciri-cirinya adalah warnanya yang hitam, tidak memiliki kristal, dan punya tampilan seperti kaca. Pada zaman purba, batu obsidian dimanfaatkan oleh masyarakat pada masa tersebut sebagai alat pemotong maupun ujung tombak. Sedangkan di era modern seperti saat ini, batu obsidian lebih banyak dimanfaatkan untuk kerajinan.

3. Batu Granit

Batu granit

Berbeda dengan obisidian, granit terbentuk karena proses pendinginan magma yang lamban di bawah permukaan bumi. Jenis batu alam ini punya ciri-ciri khas seperti kristal yang kasar, punya varian warna dari putih hingga abu-abu, dan terkadang warnanya menunjukkan corak jingga.

Granit umum ditemukan di akwasan pinggiran sungai besar, pinggir pantai, maupun di dalam sungai. Penggunaannya yang paling umum adalah untuk bahan bangunan, seperti untuk permukaan meja.

4. Batu Basalt

Batu basalt

Batu basalt terbentuk karena lava dengan kandungan gas yang telah mendingin, tapi kandungan gasnya tersebut sudah menguap. Jenis batuan beku yang satu ini memiliki kristal-kristal berukuran sangat kecil, permukaan berlubang-lubang, dan warna hijau keabu-abuan.

Penggunaannya sendiri banyak ditemukan sebagai bahan baku industri poles, material pondasi bangunan, jalan, maupun jembatan, dan bahan bangunan.

5. Batu Diorit

Batu Diorit

Terbentuknya batu diorit dikarenakan oleh peleburan lantai samudera yang bersifat mafic pada sebuah zona subduksi, terutama pada busur lingkaran volkanis dan membentuk sebuah gunungan pada cordilleran. Batuan beku ini punya beberapa ciri khas, seperti warnanya yang kelabu bercampur hitam atau putih.

Penggunaannya sendiri paling umum dapat ditemukan di dalam material ornamen dinding maupun lantai, serta hiasan bangunan.

6. Batu Andesit

Batu andesit

Bantu andesit terbentuk dari lelehan lava gunung berapi yang meletus, kemudian temperatur lava yang meleleh tersebut lantas turun hingga mencapai suhu antara 900 sampai 1.100 derajat Celcius. Beberap ciri batu andesit termasuk teksturnya yang halus, serta warnanya yang biasanya abu-abu hijau, meskipun sering kalu warna jingga atau merah juga sering ditemukan.

Kegunaannya sendiri paling umum adalah untuk material batu nisan, arca untuk pajangan, batu pembuat candi, atau ulekan (cobek).

7. Batu Gabro

Batu gabro

Proses pembentukan batu gabro terjadi karena pembekuan magma di dalam gunung. Batu ini punya beberapa karakteristik seperti warnanya yang beragam dari hitam, abu-abu gelap, sampai hijau. Jenis batuan beku ini juga tidak memiliki rongga, lubang udara, atau retakan sama sekali, serta punya struktur yang masif.

Selain itu, batu gabro juga khas akan tekstur faneriknya, sehingga mineral yang terkandung bisa dilihat secara langsung atau kasat mata. Batu gabro biasa digunakan sebagai pelapis maupun marmer dinding.

8. Batu Liparit

Batu liparit

Jenis batuan beku lainnya adalah batu liparit, yang dibentuk dari beragam jenis mineral seperti feldspar, biotit, kuarsa, maupun jenis mineral lain dengan warna gelap. Batu liparit sendiri punya ciri khas teksturnya yang porfiris dan biasanya berwarna putih. Sedangkan penggunaannya sendiri banyak ditemukan dalam campuran bahan bangunan.

Demikian informasi yang dapat Admin Cek Bahan Bangunan sampaikan terkait Mengenal 8 Jenis Batuan Beku dan Sifatnya, semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan kita semua terkait jenis batuan beku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *