Pilihan Jenis Batu Alam Dinding Untuk Nuansa Alami nan Cantik di Rumah

10. Batu Alam Dinding Sabak

cekbahanbangunan.com – Pilihan jenis batu alam dinding untuk nuansa alami nan cantik di rumah. Berbicara mengenai batu alam, mungkin sudah banyak dari kita yang mengetahuinya. Dimana batu alam seringkali digunakan sebagai bahan material dalam pembuatan berbagai bangunan. Di indonesia sendiri terdapat banyak sekali jenis batu alam yang bisa kita temui.

Dimana beberapa batu alam memiliki keunikan tersendiri. Baik itu dalam bentuk, tekstur, warna hingga motif yang ada. umumnya sebuah batu alam ini dimanfaatkan untuk keperluan mempercantik sebuah bangunan. Mulai dari menghias dinding, lantai, pagar dan masih banyak lainnya. tentu saja untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Batu yang digunakan pun tidak sembarangan. Melainkan batu yang memang digunakan untuk keperluan hal tersebut.

Selain mengecat atau memasang wallpaper, sebenarnya masih ada berbagai cara yang bisa Anda lakukan untuk memperindah dinding rumah. Misalnya dengan memasang jenis batu alam dinding yang Anda suka. Apalagi, ada begitu banyak jenis batu alam yang bisa Anda manfaatkan. Belum lagi, dinding batu alam ternyata bisa menjadi bagian dari investasi Anda, lho! Pasalnya, dinding tersebut mampu menambah nilai jual rumah.

Dari berbagai jenis batu alam yang ada, apa saja ya pilihan yang bisa Anda manfaatkan? Temukan rekomendasi Jenis Batu Alam Dinding Untuk Nuansa Alami nan Cantik di Rumah Anda berikut ini!

1. Batu Alam Dinding Andesit

1. Batu Alam Dinding Andesit

Jenis Batu alam yang satu ini berasal dari kawah gunung berapi yang memiliki beberapa ciri umum seperti warnanya yang terdiri dari abu-abu atau hitam. Jenis batu alam ini begitu populer dalam penerepana konsep rumah minimalis sebagai dinding bangunan.

Apabila dibandingkan dengan beberapa jenis batu alam dinding lainnya, batu andesit bisa dibilang merupakan jenis yang paling keras. Belum lagi, pori-pori batu alam ini berukuran kecil. Meskipun Anda hanya bisa menemukan pilihan warna hitam dan abu-abu, sebenarnya motif batu yang ada cukup beragam, lho! Bahkan, ada beberapa motif batu andesit yang sudah jadi favorit pada pemilik rumah, seperti abstrak, model bakar, dan model alur.

Batu andesit berasal dari proses erupsi gunung berapi. Batu ini sudah sering dijadikan sebagai bahan pembangun dinding rumah karena karakteristiknya yang kuat, ketahanannya dalam menghadapi cuaca ekstrem, dan mudah dipasang. Batu andesit bertekstrur seperti kayu jadi bisa kamu jadikan eksterior ruangan, karya seni, ataupun pagar depan rumah.

Jenis batu alam andesit sangat cocok cocok dipadu padankan dengan model rumah bergaya minimalis. Penerapannya yang dapat diaplikasikan pada interior dinding rumah maupun exterior dinding dan pagar rumah. Tidak mudah terkena lumut karena strukturnya yang tahan terhadap perubahan cuaca merupakan kelebihna dari jenis batu alam ini.

Karakter yang menjadi ciri khusus jenis batu alam ini adalah:

  • Mempunyai struktur bentuk yang keras dibandingkan dengan batuan lainnya sehingga tahan lama
  • Karena memliki pori-pori yang kecil membuatnya tidak mudah menyerap atau terkena noda
  • Tahan terhadap cuaca dan faktor alam lainnya.
  • Perawatannya mudah tidak perlu menggunakan bahan pembersih khusus. Cukup hanya dengan air biasa.
  • Karena bentuk teksturnya yang terlihat seperti tekstur kayu. Cocok digunakan sebagai elemen dinding interior. Karakter inilah yang membuat harga batu alam ini menjadi relatif mahal dan Memiliki motif yang indah.
  • Pengapliaksian yang mudah dibentuk dalams setiap pemasangan
  • Mempunyai banyak corak ragam dan warna.

2. Batu Alam Putih

2. Batu Alam Dinding Putih Cacing

Jenis batu alam dinding yang satu ini terbentuk sesuai dengan namanya yaitu sandstone dalam kata lain butiran-butiran pasir yang mengeras dengan tekstur padat dan keras. Jika diperhatikan, batu alam dinding putih cacing ini memang mirip dengan benang- benang cacing halus yang berwarna hitam sebagai corak pemanisnya.

Batu Alam Putih berasal dari Cirebon memiliki corak tampilan yang hampir menyerupai  seperti Batu Alam Paras Jogja. Perbedaan nya terletak pada tekstur nya yang lebih kuat dan padat.

Jenis batu alam ini juga sangat cocok jika diterapkan pada rumah dengan model dinding yang memiliki konsep arsitektur klasik yang ingin memberikan kesan vintage atau menonjolkan Arsitektur Eropa pada tampilan bangunan nya.

Selain itu batu alam putih sangat ideal jika penggunaanya diterapkan pada pada lantai ataupun dinding kolam renang. Dengan type warnanya yang putih terang, batu ini harus dirawat dengan rutin agar tampilannya tetap terlihat natural dan bersih.

3. Batu Alam Dinding Candi

3. Batu Alam Dinding CandiDinding Batu Candi masih dikelompokkan ke dalam berbagai jenis. Hanya saja, batu candi Borobudur Lava nampaknya jadi pilihan yang paling populer dengan warnanya yang gelap dan menjurus ke hitam. Selain memberikan nuansa alami untuk hunian, pemasangan dinding batu candi pun bisa menambah kesejukan, lhoo! Untuk proses pemasangannya sendiri bisa dibilang mudah karena batu candi biasa dijual sudah dalam bentuk lempengan.

Sebenarnya batu alam dinding candi ini sangat ideal diterapkan untuk dinding dengan arsitektur bangunan atau rumah minimalis yang mempunyai konsep campuran antara modern dan tradisional. Selain itu biasa digunakan juga sebagai material kolam ikan ataupun tiang penyangga bangunan sejenis kolom yang ingin di ekspos karakter bahan nya.

Batu alam jenis batu candi juga sangat ampuh dalam memberikan aksen suasana sejuk, pastinya tipe batu alam dinding yang satu ini layak masuk nominasi. Batuan candi memiliki komposisi yang berbeda dengan batuan andesit dimana biasanya digunakan oleh para leluhur kita untuk membangun bangunan. Pori-pori batu candi lebih terbuka dan juga lebih mudah dirawat dibandingkan dengan batu alam andesit.

Karakter yang menjadi ciri khusus jenis batu alam ini adalah:

  • Karakter bahan yang terlihat begitu natural sehingga memberikan nuansa menyatu dengan alam.
  • Memiliki struktur bahan yang keras dengan warna hitam nya yang berasal dari hasil proses lava gunung. Asal Batu Alam Candi yang terkenal berasal dari pegunungan sekitar Candi Borobudur.
  • Minim perawatan hanya memerlukan air dan sikat
  • Memiliki harga yang dapat dijangkau oleh semua kalangan

4. Batu Alam Dinding Paras Jogja

4. Batu Alam Dinding Paras Jogja (2)Sesuai dengan nama asalnya, Batu alam paras Jogja berasal dari daerah Jogjakarta dan sekitar Jawa Tengah. Terbentuk dari jenis batuan kapur lunak, batu paras Jogja adalah batu alam dinding tipe limestone yang sering diproduksi di daerah Jogja atau sekitar Jawa Tengah. Batu alam paras Jogja ini memiliki dua jenis warna, yaitu batu paras Jogja krem dan batu paras Jogja putih.

Karena sifat dasarnya yang berasal dari kapur, otomatis tampilan batu alam dinding yang satu ini lebih berpori- pori dan mampu menyerap air. Alhasil, batu alam paras Jogja sangat tidak dianjurkan untuk pemakaian dinding bagian luar karena rentan ditumbuhi lumut atau serangga.

Akan tetapi, karena warnanya yang terang dan permukaan yang cukup kasar, batu ini memerlukan perawatan yang lebih khusus. Jika tidak dirawat dengan benar, batu paras Jogja akan mudah berlumut. Akan tetapi untuk bagian interior rumah minimalis, kamu pasti suka dengan tatanan apik batu alam khas Jogja ini.

Karakter yang menjadi ciri khusus jenis batu alam ini adalah:

  • Memiliki berbagai macam warna
  • Mudah dibentuk karena termasuk batuan alam yang lunak

5. Batu Alam Dinding Templek

5. Batu Alam Dinding TemplekJenis batu alam templek merupakan pilihan tepat untuk batu alam dinding yang sangat fleksibel karena pengaplikasian tersusun yang bersifat acak. Dari jenisnya sendiri, batu alam templek berasal dari beberapa daerah seperti Purwakarta, Garut, dan Salagedang yang mana masing-masing memiliki perbedaan dari segi motif atau polanya.

Meski berbentuk lempegan tipis, batu templek tergolong bebatuan keras yang kuat. Jenis batu alam ini sering sekali digunakan oleh para desainer rumah sebagai hiasan dinding karena teksturnya yang tidak berarturan terlihat indah jika disatukan dengan lempengan batu templek lainnya.

Bagi pelaku dunia properti banyak yang menyukai jenis batu alam templek sebagai batu dinding alam tak lain karena hasil akhirnya yang alami memikat. Karakteristik yang padat dan keras sehingga bisa ditempatkan baik sebagai batu alam dinding eksterior maupun interior karena tahan terhadap cuaca, lumut hingga jamur. Perlu dipastikan pemasangan batu alam untuk batu templek dikerjakan secara profesional dan hati- hati untuk mendapatkan hasil yang paling memuaskan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *